Ketika Kamu Kudengarkan…

Aku hanya kadang berfikir mereka hanya kurang bersyukur, mereka mungkin belum merasakan bagaimana rasanya sebuah keberadaan itu sampai akhirnya mereka harus menghadapi kenyataan akan sebuah kehilangan.
Iya, mungkin aku tipe orang yang tertutup dan memastikan memberitahukan hal pribadi pada orang-orang tertentu saja, atau tidak sama sekali. lewat tulisan, cukup. Itulah mengapa kadang agak bingung ketika orang-orang disekitarku banyak memprotes tentang apa yang terjadi pada mereka, tentang ketidakpuasan terhadap orang-orang terdekat mereka, atau tentang cara mereka bersikap pada yang tulus ada di sisi mereka. Setiap waktu kadang aku melihat pertengkaran-pertengkaran kecil, atau deringan hapeku bertanda akan adalagi seseorang yang sedikitbanyak ingin menumpahkan kesedihan mereka.
“A’ dia itu begini begitu, saya jadi begini begitu” “A’ males deh kalo begi begitu, apa saya musti begini begitu, saya bosan!” “A’ aku senang banget dapet dia, walaupun masih ada dia”.
Jujur saja kadang saat mereka menumpahkan sesah mereka, sebetulnya mereka sedang membuatku bertanya, mengapa mereka meminta solusi padaku, atau memang lebih tepatnya mereka hanya merasa nyaman ketika berkesah denganku, hingga mereka kadang lupa, masalahku bahkan lebih pelik dari mereka.
Hehe rasanya aku terkesan tak begitu ikhlas menjadi seorang pendengar, walau kenyataannya aku selalu merasa welcome jika mereka datang kepadaku, karena bagiku itu sudah semacam kebutuhan atau mungkin kebiasaan, walaupun aku tak lebih sering hanya memberi mereka sekedar semangat bukan memberi solusi. Dan memang ini bukan salah mereka, toh kenyataannya akulah yang memang lebih menutup diri, jika mereka mengangaap aku bahkan baik-baik saja.
Ohh iyaaa, entah mengapa kebanyakan tema yang diangkat itu adalah tema asmara, hehhe. Meskipun aku nampak tak begitu berhasil dalam hal cinta, tapi pengetahuan tentang itu yaah lumayanlahh buat berbagi cerita denganku.
Satu pesan yang sering aku katakan pada mereka.
“Belajarlah untuk kehilangannya, jika tak bisa benar-benar kehilang, cukuplah belajar dari orang lain, dan hargai mereka yang telah tulus mencintaimu. Lalu cukuplah percaya, bahwa kesyukuranmu atas yang kau miliki adalah satu-satunya modal yang membuatmu melihat segalanya nampak sempurna”
 
 
Dedicated:
To my heart… Bersyukurlah bahwa kamu mencintai, bersyukurlah tlah belajar dari kehilangan atau lebih tepatnya pendiaman yang sedikit menggantung, bersyukurlah bahwa semua kejadian membuatmu lebih mengerti arti survive dan faithful, bersyukurlah.. :)
 
Postingan Terbaru Lain-nya :

Iklan

7 pemikiran pada “Ketika Kamu Kudengarkan…

  1. mereka beruntung, yg punya kotak curhat, just like you.
    listen-solution, dan mereka harusnya tau cara menghargai kotak curhat itu…
    bukan pelampiasan semata… hmm..sounds weird ha?
    maaf, meracau… :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s