bersedihkah? Iya!

Alhamdulillah akhirnya aku bisa ngumpulin jiwa yang sempat berceceran, halaahh…
Seharian dirumah dan gak ngapa-ngapai itu sungguh membuat risau. Emang benar ya, sesuatu yang menggelisahkan itu adalah saat kita gak bergerak dan melakukan sesuatu yang bermanfaat. Seharian di rumah cuman makan, tidur dan nonton itu malah membuat nelangsa yang berkepanjangan! (lebaaynya ketulungan euu!:D ) puncaknya pas menjelang magrib, sempat bertanya-tanya dalam hati, kok bisa ya sampe bawaanya sedih! makaan sedih, ngeonline sedih, nonton sedih *padahal nonton horor neh* sampe-sampe dalam tidur ngimpi buruk ehh bangunnya jadi sedih. haduuh sebenarnya ada apa ini? weekend kok merana bangett sih?
Sempat sih kakak tadi ngajakin jalan tapi hari ini emang gak moody banget keluar rumah. Bukan apa-apa takutnya dapat april mop #eehh :D.
Tapi beruntunglah sedihku gak berlangsung lama, coz adzan magrib tetiba berkumandang, dan duggbhh, ada yang membuncah dihati. Perasaan damai ngalir gitu aja, seperti lagi nemuin oase di tengah sahara gitu. Hmm apa mungkin ya kegelisahan ini karena sesering waktu aku lupa padaNYA? Atau apa ini petanda nuraniku lagi menuntut kesadaranku kalau sudah terlalu lama aku disibukan dengan duniaku? Menghabiskan waktu dengan hal-hal yang kadang sama sekali gak manfaat, yang ngakunya muslimah tapi sering ngelalain ibadah? Atau kesedihan ini karena aku sering menuntut ini itu padaNYA lantas mengabaikan yang emang udah ada?  Astagfirullah :(
Benarlah… bahwa bukanlah orang beriman yang melulu bersedih karena kekhawatiran-kekhawatiran, sedang ia tahu Allah lebih besar dari segalanya! Mana mungkin ia bersedih sedang Allah bahkan lebih dekat dari urat lehernya? Semoga kesedihan ini semata-mata karena kegelisahan untuk lepas dari segala maksiat dan dosa, serta sebagai sinyal agar bisa berbuat lebih baik lagi.. Semoga… Lalu bersedihkah aku.. Iya!
Dan dengan hati yang mule’ menemukan jawaban, akhirnya satu persatu aku kumpulin percahan jiwaku yang berserakan!
Berharap menjadi ahli syukur dan sabar…
“Diriku, apapun itu LA TAHZAN, ALLAH MA’ANI”

Ya Allah
Dan kini dalam diam aku termangu..
dalam bisu ku tergugu..
dalam hening ku terpaku…
Jika masihku punyaa waktu..
Tuk memermak jiwa yang tak lagi menyatu..
Padamu ku mengadu..
Padamu ku merayu..
Terimalah sujudiku..
Terimalah pengakuanku…
Aamiin Allahummaamin

“Ba’da Magrib di negeri Anging Mamiri”

Iklan

24 pemikiran pada “bersedihkah? Iya!

  1. Saya sangat terharu dan tersentuh,karena malam ini saya sedang merasakan apa yang ada dalam cerita itu,mungkin aga sedikit tersayat hatinya mengalami kesedihan ini,saya sangat sangat senang bisa membaca ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s