Rindu

Sudah berapa banyak pagi yang kulalui..
Hingga suara cicit pipit di pagi hari..
Atau percakapan embun di fikiranku
nyaris menjadi not
yang menoreh satu persatu abjad di namamu..
 
Iya, aku tlah lupa ini untuk kali berapa..
Karena aku bahkan menganggap 1 + 1 adalah kita..
2 + 2 adalah aku, kamu dan masa depan kita.
Atau jumlahnya sudah tak terbilang?
Aku tak tahu pasti…
karena akan sangat mustahil ku hitung tetes hujan di musim penghujan
dan memperkirakan seberapa cepat sinar uv merengsek ke bumi..
Namun adakah pagi yang tak terhitung?
Toh pagi akan selalu terhitung seperti jumlah pergantian hari..!
 
Namun tidak dengan pagi yang menjelma rindu..
Yang bahkan datang lebih cepat dari kecepatan cahaya
dan datang berulang seperti jumlah titik-titik hujan..
Tak terhitung..
Seperti itulah rindu, sesuatu yang tak terlogikakan!
 
Aah mungkin masih terlalu pagi mengisyaratkan rindu ini…
Namun kelak kau akan mengerti dan entah itu kapan..
Karena pada akhirnya hanya akan ada dua pilihan..
Rindu yang ter-rayakan atau Rindu yang ter-patahkan
 
Ya, sederhana saja..
Rayakan atau patahkan..
Tapi jangan pernah abaikan..
 
Tertanda -me-
Iklan

35 pemikiran pada “Rindu

  1. kamu penulis yang berbakat. Catatan hatimu bagaikan sajak sajak melodi yang mengalun dengan indah saat seseorang membacanya.

    Rindu memang tidak selalu bisa di logika kan, tetapi bisa di rasakan & diketahui besarnya, Bagaikan butiran angin yang tak terhitung jumlahnya tapi dapat di rasakan dinginnya. serta dapat di simpulkan melalui logika, ‘amat banyak’.

    • Heheh aduuuh gak gitu jgaa kok…
      cuman sekedar kata hati.. :D
      Ini malaah comentnya puitis bangeet… ;)

      Huum, rindulah yang menuntunku membuat dan menulis kata.. :)
      Aku suka dengan rindu… :D

  2. Rindu,
    Sesuatu yg indah, namun seringkali menyakitkan.

    Nikmati saja…seraya berdoa…

    Smoga tempat, jarak dan waktu yg berbeda…
    Bukan untuk menjauhkan rasa..namun menyatukan angan kita dlm untaian do’a,
    Bukan untuk menduakan cinta…namun mempererat janji-janji setia.
    dan smoga rasa rindu ini, kelak berakhir bahagia..
    dengan se’Izin Yang Maha Kuasa.
    ” amien…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s