Kupu-kupu untukku

Sering mendengar bukan, kalau cinta itu tak ada bedanya dengan seekor kupu-kupu semakin dikejar maka ia akan semakin menjauh. Namun jika dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Dan lucunya, aku pernah berharap kamu seperti kupu-kupu itu, yang tanpaku mengemis cintamu lagi dan lagi, kau akan datang dengan sendirinya dan tentu dengan jutaan harapan yang masih kusimpan.
***
 
Namun segalanya telah sirna, hari ini seuntai kalimat yang kau tulis seolah menjadi penanda agar aku sedikit bergeser dari asa-ku tentangmu, dari kalimat itu aku bisa merasakan kegelisahanmu dan betapa beratnya hidupmu dengan kehadiranku. Kalimat itu, jujur tlah menusuk jantung terdalamku. Demikian tak nyamankah hidupmu karenaku? Lantas mengapa diam saja? Mengapa menulis goresan itu tanpa mempertimbangkan ada aku yang akan terluka?, mengapa kau pura-pura nyaman dengan ketidaknyamananmu? Mengapa tak melepaskanku jika tak mencintaiku? Mengapa begitu senang aku melulu mengemis cinta padamu, padahal kau merasa risih? Mengapa kau tak bangunkan aku dari harapan-harapanku yang sebenarnya hanyalah kekosongan?
***
Demikian nikmatnyakah kau rasakan bermunajat padaNYA, menyulam cinta padaNYA dan tak mengizinkan siapapun memiliki hatimu kecuali DIA,  lantas ada aku yang tumpah ruahkan godaan dan mengusik hubunganmu denganNYA? Apakah kau jadikan aku ujian dari  menempuh cintamu kepadaNYA?! Apakah aku nampak seperti iblis penggoda yang merobohkan keistiqamahanmu? Teganya kau padaku. Seharusnya kau patahkan hatiku, karena aku hanyalah manusia biasa yang akhirnya di takdirkan mengemban fitrah cinta, salahkah aku mencintaimu? Dosakah aku mengharapkanmu? Hanya DIA yang tahu bagaimana aku menumbuhkan perasaanku semata-mata karenaNYA.
Karenanya mengapa tak berkata jujur saja? Sebab aku akan baik-baik saja dengan semua keputusanmu. Jika aku mencintamu karenaNYA, seharusnya akupun bisa melepaskanmu karenaNYA. Maka tak ada alasanmu berpura-pura mencintaiku. Uslah khawatir, aku bukanlah pencinta yang akan menggoreskan nadinya ketika telah terpatah. Aku adalah pencinta, yang insya Allaah ridha akan segala takdirNYA dan tak berharap apapun kecuali kebahagiaanmu. Lalu bagaimana kamu berfikir aku bahagia jika semuanya kau paksakan? Kumohon sudahilah, pintalah aku tuk pergi. Aku mohon! Karena jika aku yang harus pergi tanpa kau pinta, aku tak yakin bisa melakukannya.
***
Kau tentu mengenalku, aku terlahir selalu ceria bukan? Aku bahkan begitu pintar menutupi kesedihanku dan begitu lihai menyembunyikan semua cerita lukaku. Karenanya sekali lagi jangan pernah mengkhawatirkan perasaanku.  Aku tahu alasanmu tetap diam saja, hanya karena kau tak ingin melukaiku, walau pada kenyataanya aku justru terluka sejak lama.
Dan akhirnya jika kau bukanlah kupu-kupuku, percayalah aku akan selalu menoreh doa untukmu agar DIA menghadiahkanmu tempat hinggap yang indah yang akan membuatmu nyaman.
With Hope
Riana Adzkya
*Lagi-lagi goresan yang takkan pernah terbaca olehmu*

Prolog:

Tak adakah pekerjaan selain mencintainya, mengapa kau tak lepaskan dia saja? Mengapa harus menunggunya melepasmu? Heii kasihani dirimu! Tak akan ada siapapun yang bisa melukai dirimu kecuali dirimu sendiri. Bukan dia yang melukaimu, karena sesungguhnya kau sendirilah yang menggores perih di hatimu ! Maafkanlah dia, atas salah yang tak pernah dia perbuat padamu, berhentilah menyalahkan lukamu karenanya. Bangunlah! Tuhan telah menyiapkan seseorang yang akan menghargai cintamu, lalu mengapa kamu hanya tergugu di satu pintu yang tlah terkunci rapat untukmu? Sadarlah! Cinta itu seharusnya menenangkanmu tak melukaimu. Sayang ayolah, lelaki pilihan untukmu adalah sebaik dirimu, jika kau ingin lebih dari dirinya yang dulu. Indahkanlah akhlakmu, pantaskan dirimu untuk lelaki terbaik. Allaah itu Maha Pengasih Maha Penyayang, DIA akan begitu sedih melihatmu meratapi ketiadaan sedang ia tlah menawarkan cinta yang luar biasa dari cinta orang-orang di sekitarmu. Dan bukankan semuanya akan indah pada waktunya? Bersabarlah, cintamu tak akan pernah sia-sia bahkan terhadap dia yang kau cintai. Allaah Maha Tahu seberapa besar usahamu. Tersenyumlah ! Nah lohh kok malah ngomong ala-ala Pak Mario Teguh yak? :D

Iklan

31 pemikiran pada “Kupu-kupu untukku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s