Perasaan Itu

MerelakanmuAku tak tahu bagaimana membahasakan perasaanku pagi ini. setelah semalam kutumpahkan segala rindu yang menyesaki dadaku. Aku menyadari itu sebuah kesalahan, jika tak kusadari mungkin setiap hari aku akan menumpahkan rindu itu, tapi apa dayaku rinduku hanya menepuk angin.Dan aku tahu akan ada jutaan luka yang mengiringi setelah kutumpah ruahkan rinduku. karena tiba-tiba akan menjadi kosong karena sebuah ‘pengabaian’.

Maafkan aku yang hanya bisa mengusik harimu, membuatmu tak nyaman dengan semua kata cinta yang kutujukan untukmu. Maafkan aku, aku tak bisa menyimpannya sendiri. aku tak bisa! Dan jika akhirnya kamu menghapusnya sebenarnya tak mengapa, aku sadar aku salah.

Terkadang aku berfikir untuk pergi dari hidupmu, tapi bagaimana bisa?!!!! Aku tak pernah bisa. Hingga kelak kau yang akan memintaku pergi dan tak mengusikmu lagi. Karena bagiku apalah arti bahagia memilikimu kalau ternyata kamu tak bahagia, percuma saja. Sekarang aku sangat siap kau lepaskan, tapi maaf jangan memintaku berhenti mencintaimu, itu tak bisa kulakukan :'(.

Mencintai seseorang yang mungkin tak mengharapkan kita tentu saja sangat menyakitkan. Tapi berpura-pura tak cinta ku rasakan hampir-hampir membunuhku.. !

Aku, aku benar-benar tak bisa !

Ironisnya, akupun tak ingin kamu mendapatkan perempuan sepertiku. Tak boleh dan tak pernah boleh ! Aku tak pantas untuk engkau yang selalu menjaga diri dari dosa, tapi ku selalu datang sebagai iblis yang sangat mengerikan. Jagalah dirimu sayang, jagalah dirimu dari dosa. Harusnya kutanggung sendiri perih ini, tanpa melibatkanmu dalam dosaku. Jagalah dirimu slalu, anggap aku tak pernah ada. Dulu kufikir sikapmu dan bentuk pengabaianmu selama ini sebagai cara agar menjagaku dari dosa, tapi kenyataannya hari-hariku dipenuhi namamu, memikirkan dan terus memikirkanmu, hariku penuh ketakberadayaan, dan keputusasaan. Lalu masih bisakah kusebut itu sebagai cara?! Aku jujur tak mampu memikulnya. Tapi ini bukan salahmu, akulah yang telah bermain api, jika aku harus terbakar sendiri memang itulah yang seharusnya. Aku berjanji sikapku yang mengusikmu takkan kuulangi lagi, hidup bahagialah sayang. Meski ku harus memendam rasa dan menahan rindu hingga menyakitiku seperih-perihnya hatiku, jangan pernah pedulikanku. Aku hanya benalu dosa bagimu, jaga dirimu sayang, jangan pernah izinkan aku masuk dalam hatimu. Biarkan kutahan sendiri arus perasaanku yang begitu deras, tak usah engkau hiraukan. Aku bukanlah perempuan yang baik untukmu, engkau lebih pantas mendapat yang terbaik dari yang terbaik.

Doa tulusku untukmu, kelak semoga engkau mendapatkan kekasih yang mencintaimu dengan penuh kehormatan dan harga diri, wanita baik-baik, yang indah akhlaknya, yang tinggi marwahnya, yang alim tuturnya, yang indah parasnya, yang bila di tak ada kau akan mencarinya, yang jika jauh kau akan merindunya, yang jika sakit kau akan sembuhkan lukanya, yang jika menangis akan kau hapus air matanya. Dia wanita yang menghargaimu dengan mencintai Tuhannya lebih dari dirimu, yang jika kau pandang akan menenangkan jiwamu. Dialah wanitamu yang menyejukkan hatimu.

Bagiku kebahagianmu adalah kebahagiaanku.

Saat ini tak perlu cemas dengan perasaanku, aku tlah terbiasa seperti ini, terbiasa dengan sakit yang kuciptakan sendiri, kamu tak boleh terlibat dalam perasaan keruhku. Ini hanya skenario perasaanku, skenario yang melibatkanmu tanpa meminta persetujuanmu, maafkan aku, sungguh aku minta maaf. Jika bisa memilih, rasanya ingin kembali ke masa lalu dan kita tak harus saling mengenal. Itu lebih buatku, ketimbang aku terus menerus mengusik kenyamanan hidupmu. Ah tapi Sang Pemilik Cinta memilih menghadirkanmu di hatiku, sayang aku tak cukup kuat memendam perasaanku. Bukankah ini cukup menjadi petunjuk, bahwa aku bukanlah perempuan yang baik untukmu. :)

Tapi kuakui aku tak pernah menyesal mencintaimu, dan kebahagian luar biasa bagiku ketika engkau pernah izinkanku mengisi harimu, menjadi bagian dari hidupmu, meski pada akhirnya aku menyadari aku bukanlah perempuan yang pantas untukmu.

Maka benarlah, cinta tak mesti memiliki. Aku harus bangun dari mimpiku yang terlalu tinggi, aku harus lebih banyak bercermin diri. Aku tak pantas untukmu.

Lalu apa yang bisa kuperbuat untuk membayar semua salahku karena tlah melibatkanmu dalam dosaku ini? Apapun akan aku lakukan, tapi kumohon jangan memintaku berhenti mencintaimu :(

Atau haruskah ku pergi dari hidupmu? Akan kulakukan jika itu membuatmu bahagia, dan aku berjanji dan akan kupastikan takkan kubiarkan engkau tersentuh ketaknyamanan dariku ‘lagi’, yah meski aku sadar ini akan sangat berat untukku. Tapi untukmu segalanya akan menjadi bisa.

Hmm mungkin ku harus kembali  memendam cinta, aku tak boleh membiasakanmu dengan hadirku. Karena kita tak boleh bersama, kamu berhak mendapat wanita yang lebih baik, yang lebih punya harga diri, tak sepertiku. Melulu mengemis padamu, memaksamu mencintaiku seperti ku mencintaimu. Hikss cintamu tak boleh dipaksakan…. Engkau harus bahagia dengan pilihanmu.

Terimakasih cinta…

I Love u from my deepest heart….

Iklan

13 pemikiran pada “Perasaan Itu

  1. jujur itu yg ku pinta,semua manusia tdk luput dari kesalahan.tapi jujur tdk dapat mengalahkannya.Tuhan akan mengampuni bila dia jujur dan tak mengulanginya kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s