Karena Cinta Tak Selamanya Nyeri

Mawar Hitam
“Ketika pertama kali aku jatuh cinta padamu, kau telah mengingatkan aku berkali-kali, untuk siap akan segala nyeri”
Cinta tanpa luka mungkin bukanlah cinta, itu kalimat yang selalu ku ngiangkan di hatiku. bukan karena aku melulu sakit karenamu. Tapi aku sedang membenarkan cinta yang selama ini ku rajut. Aku tak pernah menyesal jatuh cinta padamu, mencintaimu itu seperti sedang mengeja huruf-huruf dibuku tulis yang musti ku baca untuk mengetahui semua jawaban kehidupanku. ketika aku berhenti mengejanya serasa aku menghentikan waktu dan kehidupanku. Meski kuakui ejaan itu tak pernah sempurna. Membuatmu lelah, merutuki ketakmampuanku mengeja kehidupanku sendiri. Dan akhirnya ketika kau seolah menjauh, semakin kurasai ejaanku semakin tak beraturan. Membuat satu ejaan yang kunamai ‘nyeri’ itu menelusupi lembaran kehidupanku, perih.
Namun tahuukah?! Di antara jutaan kata yang tlah kueja.. hanya kata itulah yang mengajariku tentang sejatinya cinta, ia pelan-pelan menjariku tak sekedar mengeja bahkan menulisi lembaranmu dengan sebuah kata kesetiaan. Dan aku ! Aku merasa begitu luar biasa ketika kusadari berlahan tapi pasti cintaku menuliskan puisi di berlebar-lembar keperihanku, ialah sebuah ketabahan yang akhirnya membuatku bertahan menanti habisnya lembaran-lembaran jarak antara aku dan dirimu. Sebuah titik di mana kau tlah memilihku sebagai pemilik buku kehidupanmu.
Dan demi Pemilik cinta dan cinta yang kumiliki, sungguh tak pernah aku merutuki perih ini, ia tlah menjadi satu dari ribuan warna di kehidupanku menjadi penguat kelemahanku, menjadi benteng di pertahananku. Perih itu bahasa cinta yang sengaja kau titipkan untuk bisa ku baca dan kutorehkan menjadi senandung di heningnya cinta kita.
Sungguh Aku Mencintaimu.. Dengan Hatiku, Dengan Rasaku..
I do love you..
Syukurku tiada pernah menjeda padaNYA atas hadirmu yang mendebarkanku, yang menguatkanku..
With Love, Penantimu
Iklan

7 pemikiran pada “Karena Cinta Tak Selamanya Nyeri

  1. wow..sepertinya cinta memang kadang berbicara dengan bahasanya sendiri yang kadang sulit untuk dimengerti jika belum saatnya kita mengerti. tapi biarlah cinta membawa kita dalam pendewasaan diri sebagai makna dalam kehidupan kita. Tetap semangat dengan C.I.N.T.A……..

  2. mengeja cinta
    kalo menurutku, mengeja artinya dengan memahami hurufnya satu-satu,
    hingga kau paham secara keseluruhan.
    serasa bernostalgia saat kuliah dulu, suka mengeja cinta :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s