[CTB] ‘Sahabatku, masihkah sahabatku?’

Danbo*The First Story….

-Sahabatku, masihkah Sahabatku?-

Kawans dalam hidup ini kita gak lepas dengan kehidupan sosial, yah salah satunya adalah sebuah jalinan persahabatan. Terlepas apakah kita yang menganggapnya sahabat atau kita yang dianggap sahabat. Sejak berstatus balita mpe mungkin nenek/kakek seorang sahabat takkan lepas dari hidup kita.

Nah dicurhat kali ne aku sengaja nulis bout sahabat berhubung sebulan lebih q jauh ma sahabat2ku (yah, itu seh DL! wkwkw;p), mereka adalah sahabat se-Gankku yang ada dikala senang namun tak ada di kala duka (LOL). Tapi kali ini bukan mereka yang aku maksud, namun ada seseorang yang di hatiku tlah menyebutnya lebih dari sekedar sebutan sahabat. Dia! Q ingat betul 10 tahun lalu, saat q menangis di sudut ruang kelasku, hanya dialah satu2nya yang mengusap air mataku, menghiburku dan memberiku permen, meskipun segukan tangisku tak terhenti, kurasakan ada sesuatu yang menenangkan di hati… Dan waktu menjawab bahwa dialah sahabatku.. Hingga di suatu hari ku buat goresan luka di hatinya, ketika aku harus memilihnya atau memilih seseorang yang tiba2 datang mengusik rasaku.. KECEWA aku sadar dia kecewa! Namun jujur tak setitik pun niatku melukai hatinya, bagiku dia adalah lagu tersendiri di hatiku, meski terkadang ada nada yang tak sesuai harmoniku, tetap saja lagunya adalah nada2 hidupku. Dia ! Kubiarkan ia berjalan tak lagi mengiringiku, bukan karena tak ada alasan menahannya, tetapi ku tak ingin menoreh lebih dalam luka itu. Kawans Luka itu seharusnya tak pernah ada, sebab PERCAYAKAH? Aku tak pernah memilih DIA ataupun DIA! Aku hanya berdiam menutupi mauku, terkadang ku ingin menyembuhkan lukanya atas kesalahfahaman ini namun ada sisi lain yang harus ku jaga ‘rasa’nya, bukan bukan mengorbankannya namun ku ingin waktulah yang menjawab semua, dan bukan AKU! Dia! Aku merindukannya.. Tapi masihkah ia adalah sahabatku atau lebih tepatnya masihkah ia menyebutku SAHABAT?

Ah, biarlah rasa yang menerkanya!

Sahabat..

Setangkai doa yang berbuah cinta

tlah kau titip dalam rasaku..

Mengajarkanku menyebut rasa itu adalah cinta..

Yang ketika ku petik dengan rasaku

duhai sahabat, mengapa ia harus layu??? T,T

To saudarikuw tercintah..

-bla..bla..bla-

withlove -AKimHun

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s