[KKDH] Lelakiku.. Lelaki Bisu

Lelakiku”Hari ini kulepaskan kau dari hatiku. Dulu kukira cinta itu tak sesakit ini, seperti cerita-cerita mereka yang telah merasakan sakit karena patah oleh cinta. Bukan karena aku tak pernah merasakan jatuh cinta, tapi terlebih karena cinta dan sakit yang dulu aku rasakan biasa-biasa saja, meski memang sakit”  Tapi tak sampai aku harus menangis hingga semalam suntuk atau menyendiri seolah hidup sendiri saja, apatalagi jika harus menelantarkan tugas-tugasku! It isn’t me!

Hari ini kulepaskan kau dari hatiku..

Tapi semua menjadi berbeda ketika aku mengenal cinta yang kau biarkan teradsorb secara perlahan di hatiku, yang merembes secara sempurna hingga aku tak menyadari seluruh ruang hatiku telah terisi namamu. Ya aku jatuh cinta, jatuh pada rasa yang tak aku mengerti, jatuh yang ketika kubisikkan atas tanya di hatiku, tak pernah menemukan jawaban yang pasti! Hingga di suatu senja yang kering, ku ungkap rasa ini, ku coba meminang cinta dengan persembahan rasaku yang memerah semu. Dan hai! cinta itu tak bertepuk sebelah tangan. Tanganku tersambut dengan mesra, membuat jantungku berdetak tak menentu, pun membiarkan hatiku menjerit girang, bahagia.

Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku. Ternyata benar apa yang di katakan Thani ‘cinta itu adalah sakit!’, maka seperti itulah yang aku rasakan! 8 bulan sebelum kunyatakan rasaku, sebelum ku tahu bahwa ku jatuh pada hatimu yang curam, sebelum kutepis bahwa aku kagum padamu hanya karena ku menyayangi orang yang kau pun sayangi, ya di sebelum semuaa itu, aku memang slalu bertanya dalam hati kecilku, mengapa melihatmu adalah sesak di hatiku? Bahkan terkadang jantungku pun ikut berirama tak normal?. Ternyata itulah cinta! Dan sakit itu semakin parah, ketika rasa itu kita ikat dalam ikatan yang bahkan kita tak tahu harus menamainya apa!

Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku. Awalnya ku kira sesak dan detak jantung ini akan memulih beriring hadirmu seutuhnya dalam hidupku, tapi aku salah! Karena tak hanya penyakit cinta yang semakin kronis mengrogotiku, tapi rindu, cemburu, prasangka, butuh dan entah apalagi yang pun datang menyerangku, Komplikasi. Aku sakit, ya sakit karenamu! ah atau akulah yang telah menganiaya diriku dengan membiarkan sakit itu membunuhku dengan manis?! Hikz

Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku. Tak pernah terbesit di hatiku bahwa cinta yang dulu ku tawarkan akhirnya akulah yang merampasnya kembali. Setidaknya begitulah menurutku, sebab di akhir kisah itu akulah yang menebas luka, menoreh batas antara kau dan aku! “Bagiku YA atau TIDAK sama sekali!” itulah segaris kata tegas yang sempat ku torehkan di deretan bait kesahku padamu!

Sehalaman email yang mungkin masih kau simpan atau tlah kau hapus dari inboxmu, entahlah!.

Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku. Ku sadari semua adalah salahku, tapi mengapa kau tak bertanya mengapa ku lakukan semua itu? Tak tahukah bahwa saat itu ku hanya ingin menarik perhatianmu, menyadarkanmu kalau ada wanita yang merindukanmu, merindukanmu dalam bisumu yang bahkan rasaku pun tak bisa memahaminya. Hingga maaf ku hapuskanmu dari list pertemananku! Dan berakhir pada surat inbox yang tak pernah terbalaskan!

Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku. Tak berniat ku hapus kau dari hatiku seperti aku menghapusmu dari list pertemananku, pun tak pernah berfikir meniadakanmu dalam jiwaku. Apatalagi harus memutuskan cinta di hatiku. Tidak! Nyaris tak pernah! Namun waktu berkata lain, sifat kekanak-kanakanku yang mengambil tindakan bodoh itu ternyata tak masuk di akal kedewasaanmu. Dan tanpa ba bi bu kau pun pergi bahkan ketika ku mengemis memintamu kembali, tetap saja kau enggan menoleh sedikitpun padaku.

Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku. Aku percaya, engkau masih mencintaiku dan mungkin terlalu mencintaiku. Hingga tak ingin menambah luka di hatiku dengan memutuskan tak lagi ada untukku, atau seperti pernyataanmu di catatanku dulu “hidup harus memilih.. dan terkadang pilihan kita bukan yang terbaik untuk orang lain saat itu, tapi percayalah, pilihan kita itu suatu saat akan bermanfaat jika diawali dengan niat yang ikhlas… selalu tersenyum… :)” komentar di catatanku ini menyadarkanku bahwa kau tlah mengambil keputusan yang tepat! atau engkau mungkin tak ingin aku menjilat ludah yang tlah ku keluarkan? Ya slalu ku cari alasan positif “mengapa”, karena seperti prinsip cinta kita bahwa cinta adalah kepercayaan! Kepercayaan yang bahkan ku terjemahkan lewat Bisumu yang sunyi.

Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku. Harusnya ku menyadari bahwa cinta tak mesti memiliki. Mungkin tak bisa ku urai luka yang menanah karena diammu, ketika beberapa kali ku tulis email di inboxmu yang tak satupun terbalaskan, pun sepenggal puisi tentang tanyaku lewat sms, atau status-status rindu, luka, cinta dan harapanku yang mungkin tak lagi ingin kau sentuh. Karena aku tahu keputusanmu tlah bulat. Dan aku harus menghargai itu, seperti kau menghargai keputusanku! Lalu menyesalkah aku dengan bodoh yang ku laku?! Tidak! Karena detik waktu yang kau berikan seperti sebuah ruang yang meminta mengintrospeksi diriku, hatiku, jiwaku pun ragaku. Ya aku harus bercermin! Bercermin pada hati kecilku pun pada cermin di kamarku. Dan wow..! Tes! Air mataku menitik!

menetesi hatiku yang slama ini terbuai dalam angan yang tinggi, tentang seorang lelaki bisu yang diam dalam hening, mencipta keeleganan dari sebuah pancaran manusia sempurna! Yup ternyata si putri buruk rupa mencinta sang pangeran rupawan! Lalu bagaimana cerita? Ah takkan pernah sampai, karena itu hanya ada dalam dongeng, bahkan Pemilik Cinta pun berfirman:

‎”Lelaki baik-baik untuk wanita yang baik-baik dan begitupun sebaliknya”. Ironis memang! Bahkan ketika ingin meyakinkan diri dengan sebuah kepercayaan. Justru sebuah kenyataan telah mendahuluinya. Meski cermin di hatiku yang ku sebut nurani atau cermin di kamarku yang terukir indah adalah milikku, takkan pernah ia berdusta tentangku. Bahwa ku memang tak cantik hati pun tak cantik raga.

Hari ini, ku lepaskan kau dari hatiku. Seharusnya dulu tak paksakan rasaku padamu, hingga biarlah ia bertepuk sebelah tangan. Sungguh ku menyesal tlah menjaringmu dalam perangkap dosaku, harusnya tak ku libatkan dirimu dalam skenarioku hingga ku sadari di harimu menyimpan banyak gelisa, pun waktumu terbuang percuma. Maafkan aku tapi rasaku memaksa tuk hadirmu. Maka wajarlah jika kau menghukumku dengan bisumu, menghukumku di seumur hidupku.

Hari ini, ku lepaskan kau dari hatiku. Terkadang kuingin memohon padamu tuk memberiku remisi dengan tak membisu. Karena sungguh diammu seperti sembilu yang mematikan di sebelum kematianku! Ah namun jika disuruh memilih maka ku lebih memilih mati raga dari pada mati hati!

Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku. Bicaralah! Karena ku bukanlah batu yang tanpa hati, namun lebih dari sekedar itu ku adalah seorang perempuan yang hatinya rapuh yang pun butuh kepastian! Tak ada salahnya bukan jika engkau bicara sepatah dua kata untuk menyadarkanku? Bahwa memang aku harus terbangun dari mimpi indahku?

Tahukah bisumu itu membuatku harus mengelantung di antara bumi dan langit. Di mana bumi tak inginkanku berpijak di atasnya apatalagi langit! Ia bahkan tak sudi ku dongkakkan wajahku padanya.

Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku. Jujur ku katakan hatiku telah mati, jiwaku pun sekarat! Ku hanya takut jiwaku itu akan mati. Karena sekali lagi jika di suruh memilih maka kupilih mati raga di banding mati hati atau jika harus mati jiwa! Karena aku masih ingin tetap waras! Sebab di seumur sakitku, ku ingin berbahagia di saat kau berbahagia, ya bahagiamu adalah bahagiaku. Dan bukan bersedih di saat kau bahagia. Maka ku mohon jangan biarkan jiwaku mati. Hanya dengan satu pinta “Bicaralah” ya bicaralah duhai lelakiku

Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku. Mungkin akan sangat berat mengatakan ini, bukan ku tak lagi cinta atau tlah berpaling hati darimu. Namun jika ku naif terus menerus hingga di ujung waktuku, ku sadari akan tak indah pada akhirnya. Maka bisulah dalam bisumu jika itulaj cara menguatkan cintamu. Dan pun kulepaskan kau dalam kebebasan, terbanglah sesukamu. Karena ku ingin cintaku menguatkanku tak melemahkanku.

Kudedikasikan untukmu..

Yang Memandang bahwa patah hati itu tak sakit..

dan Untukmu yang Bisa melepas luka dengan Ikhlas…

*Terinspirasi dari perlombaan KKDH tahun kemarin yang selenggarain ma Mba’ Gita.. Hhehe kurang PD nyetorinn neeh karya anee.. gkgkg *

Iklan

20 pemikiran pada “[KKDH] Lelakiku.. Lelaki Bisu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s