Detik itu..

papanDulu, ku ingat ketika kaki-kaki kecil kita berlari di ubin lantai 3 gedung kita…
seperti ada kilas-kilas tawa
yang hampir tak bisa ku bahasakan dalam lagu-lagu ceria
yang pernah kita syairkan dalam puisi-puisi cinta
yang tak bersajak…
yang hilang tak berserak…
Masih dulu, ku ingat ketika jari-jemari kita menari di papan tulis di ruang kelas kita..
Seperti ada debar-debar rindu
yang hampir menyesakkan dadaku dalam tiap mimpi-mimpiku
yang pernah membuatku terjaga dalam sepiku
yang tak lelap…
yang pudar tak singkap….
dan masih dulu, ku ingat ketika hati-hati kita menyatu dalam rasa yang satu..
seperti titah-titah cinta
yang hampir tak bisa mengalihkanku dalam bayang-bayang kelam
yang pernah menggores sukmaku dalam hati yang terluka
yang tak terdefenisi…
yang hadir tak kembali……
Dulu itu dulu…
ketika kaki, tangan dan hatiku..
menapak di jejak itu…

Mengenang tabir esok..
Di sepinya malam yang sesak…
-Aku-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s