Surat tuk Sahabatku…

sahabatMaaf jika surat ini kutujukan untukmu, mungkin terlalu naïf bagi ku tuk mengagungkan atau mebesar2kan persahabatan ini, hingga harus bersusah-susah menulis surat untukmu. Aku tak pernah tahu kamu menggagapku apa dan bagaimana, aku tak perlu jawaban atas itu. Bukankah cinta itu memberi?? Maka tak salahlah jika kumencinta tanpa harus di cinta. Yah sahabat ku mencintaimu karenaNYA. Itu segelintir rasa yang kurasa, tapi cukup mewakili apa yang dihatiku.. Yahh 2 tahun lebih kita arungi hidup dalam kesibukan yang sama, hingga duka suka tlah menjadi makanan jamak bagi kita. Namun waktu itu tak cukup membuatku mengerti tentangmu. Pertengkaran memang menjadi menu dalam kebersamaan kita, mulai pertengkaran kecil hingga besar… ah itu biasa buat kita. Tapi hari ini, entah mengapa hari ini begitu berbeda, aku bahkan tak merasa galau saat ku tahu ada selisih di antara kita. Aku tak lagi peduli… Sahabat, maafkan atas pengakuanku ini, tapi mungkin ada yang butuh ku perbaiki dari diriku. Karena mungkin ku bukan diriku yang dulu, bukan aku yang slalu menangis ketika kau tak ingin berbicara padaku, atau merasa bersalah ketika engkau harus marah. Aku yang slalu meminta maaf pada salah yang bahkan bukan aku yang memulai, ku bukan bukan diriku lagi. Maafkan aku sahabat…. Maafkan ku………T___T Masih ingatkah sahabat setahun yang lalu??!! Ku yakin kamu takkan melupakannya. Seperti aku menyimpannya dalam memori paling internaku. Hamper 3 bulan perang dingin menghiasi hari-hari kita, bahkan menjadi topic dalam area kita. Tapi akhirnya berakhir bahagia, ku smakin belajar mengenalimu seperti belajar memahami diriku sendiri. Namun sahabat, smuanya tak mesti berjalan mulus… karena lagi-lagi hal itu kan terulang dan ironisnya aku tak lagi PEDULI…….!!!! Dan sahabat tak terasa waktu membawa kita pada titik ketiga tahun persahabatan kita, banyak yang smakin berbeda dari kita. Aku dan kamu seperti tali yang kapan saja bisa ter putus. Tapi juga seperti besi yang akan sulit terpisah. Ada hubungan batin yang kita lupa menghiasinya dengan sesuatu yang seharusnya. Kini kita berbeda, jalur hidup kita berbeda. Meski aku sadar bahwa bagimu aku adalah yang terbaik, begitu juga diriku menganggap dirimu. Ku hanya bisa menengadahkan jiwaku ketika aku sadari banyak hal yang menyebabkan aku jauh darimu meski secara raga bahkan kita sering berkomunikasi. Meski ku tahu hati tak lagi dekat. Sahabatku, sedikit ini adalah goresan yang pernah ku catatat dalam hening ketika aku merasa sakit, bahwa kamu aku dan mereka bukan lagi adalah kita…..
Mengenang Pertengkaran di kelamnya senja
Makassar, March 05,10
Iklan

3 pemikiran pada “Surat tuk Sahabatku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s