Aku (harus) Baik-baik saja

Aku mempercayaimu, maka jalan manapun yang kini kau tempuh. Aku yakin adalah hal yang baik, percayalah padaku untukmu aku akan baik-baik saja, bahkan jika aku tak bisa melakukannya aku akan memastikan aku akan nampak baik-baik saja di hadapanmu.

Tak perlu cemas jika sesekali aku datang mengoyahkanmu, itu hanyalah saat-saat di mana rindu benar menghimpit dadaku. Namun sungguh aku telah berusaha lebih keras menahan diriku. Jadi tetaplah seperti itu lihatlah aku sebagai bayang-bayang saja. Berhentilah berkorban hanya demi menjaga perasaanku, aku, meskipun telah banyak usaha kulakukan agar kau tinggal di hidupku, bagiku memilikimu tapi harus melelahkanmu itu akan lebih melukaiku.

Iya, pergilah dan tinggalkanlah semua beban itu dipundakku. Bukankah inilah saatnya aku yang berkorban? 

Bahagialah, cukup itu dan aku akan (harus) bahagia :’)

Bentang ini, Hatimu Hatiku

Maafkan aku, aku akan berusaha lebih keras lagi menahan diriku. Jangan pernah pedulikanku dan bahagialah, jika aku datang terus menerus dan itu mengusikmu. Lihatlah aku seperti debu saja, agar kau tak tahu aku selalu ada. 

Percayalah padaku, jika di dunia ada seseorang yang sangat menginginkan kebahagianmu. Dan jika ada seseorang yang benar-benar ingin tinggal di sisimu tanpa melukaimu. Percayalah itu aku.

Tetapi lihatlah kenyataan ini, seberapa besar kau tak menyukaiku. Sebesar apa kesalahanku yang membuatmu lebih dari membenciku – mengabaikanku? menjadikanku seperti seseorang yang jatuh dan tertimpa tangga pula. Tak bisa bahagiakanmu dan alih-alih membuatmu menjauhiku.

Namun percayalah terus ini, jika ada seseorang yang teramat menginginkan kau bahagia. Itu adalah aku, aku. Karenanya kumohon jangan lagi menjauhiku dan katakanlah sesuatu agar aku tahu bagaimana membahagiakanmu. Agar nanti luka apapun yang membuatku menangis aku akan tetap tersenyum. Aku akan bahagia, mengingat kebahagiaanmu

***

Aku sungguh-sungguh mencintaimu, hingga mungkin kau tak mempercayai jika ku katakan ini. Disemenjak perasaan ini tumbuh, di banyak tahun yang kita lalui, sekalipun tak pernah terbetik di dalam hatiku memalingkan hatiku darimu. Meskipun beberapa kali  kau pergi dariku, tapi seberapa besar pikiran bisa melupa sedang hati terus saja mengingat sepenuh-penuhnya. Maka entah bagaimana agar tak lagi  aku mengusik hidupmu? Cinta ini entah membutakanku atau tidak, tapi ia tetap saja membuatku yakin kau adalah kekasih sehidup sesurgaku :’) 

Beritahulah Padaku

Tidak ku pinta milikimu, sedang ku tahu diriku sendiri bukanlah milikku. Aku hanya selalu meminta kesabaran yang lebih, agar tidak menunjukkan perasaanku padamu. Tapi lihatlah, aku selalu menjadi orang yang kalah, berulang kali dan terus saja mengusikmu.

Aku, harus bagaimana mencintaimu? Tanpa mengusikmu, tanpa mengganggu hidupmu dan tanpa membuatmu tak nyaman?

Beritahulah padaku.

Beritahu padaku bagaimana bisa mencintai, tanpa memiliki?

Cinta

Rinduku ini kekasih, tak habis ku bisikkan di doa-doa malamku saat gema namamu tak bisa ku palingkan dari ingatanku. Tuhan begitu Maha baik, bukan? ditenunkanku kesabaran setakhabisnya jarak pandang oleh mata, dititipkan ku juga hati yang setabah ini merawat cinta. 

Maka bagaimana mungkin tak lebih besar yakinku ini kekasih, hatiku tak mungkin jatuh padamu tanpa sebab juga ada cinta di hatimu.

Untuknya, jika CINTA adalah sebuah pertanyaan, bukankah jawaban itu adalah KITA?

#ma❤

—-

Kekasih menanggung rindu ini, kau akan selalu menemui perempuan tabah namun tetap saja serapuh – mengharapkan kau ada.

Bila

Mungkin dugaku saja, atau kecemasanku yang berlebih. Aku merasa kau sedang membuat jarak denganku. Jangan pernah pergi dan menjadi asing, mungkin dengan itu kau akan melupakanku dengan mudah, namun bagaimana denganku?

——

Bila ingin memintaku berhenti, pintalah. Jika yang kau cemas hatiku akan terluka, bukankah akan selalu seperti itu? Kepergian akan selalu menyisakan kesedihan terdalam di hati orang yang paling mencintai?

Tapi tahukah ada luka yang teramat pedih lebih dari tak di cintaimu adalah — dicintai karena iba

Ada sakit yang teramat perih lebih dari tak di cintaimu adalah — aku bahagia sendiri dalam ketaknyamananmu denganku

Dan sakit itu semakin memerih, saat aku merasa sudah melampaui batasku — saat aku selalu memaksamu untuk ADA untukku

Harusnya katakan sesuatu padaku, agar keras kepalaku tahu bagaimana cara untuk menyerah. Agar aku tak melulu memaksamu.

Iya, bila ingin menjauh dan memintaku pergi, katakanlah. Seseorang yang benar-benar mencintaimu dia akan kau temui dalam sebenar-benarnya  meng-IKHLAS-kan cintanya :’)

—-

Maaf untuk tak bisa membaca apa yang ada dibenakmu. Hingga menutup mataku, lalu tak pernah ingin menyerah. Mianheyo:’)